Rabu, 18 Mei 2011

MENDAMBAKAN ANAK SHOLEH

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: َقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ: "إِنَّ الرَّجُلَ لَتُرْفَعُ دَرَجَتُهُ فِي الْجَنَّةِ فَيَقُولُ أَنَّى لِي هَذَا فَيُقَالُ بِاسْتِغْفَارِ وَلَدِكَ لَكَ". أخرجه أحمد

"Apabila seorang anak Adam meninggal dunia,maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara iaitu Sedekah jariah,Ilmu yang bermanfaat dan do'a anak sholeh"

Anak polah bopo kepradah,
Mikul duwur mendem jero,
Jadilah anak yg berbakti kepada orang tua."

Apa yang biasa dikatakan orang saat mendapat berita kelahiran seorang bayi?
"Selamat ya, semoga jadi anak sholeh/sholehah, qurrata a`yun, berbakti pada orang tua, berguna bagi nusa dan bangsa serta agama, rajin, taat, pintar." 
Dan ...bla..bla...

Kira-kira seperti itu yang sering dibaca atau didengar. Berbagai harapan dari orang tua pun terangkaikan mengiringi kelahiran sang buah hati. Harapan agar sang anak menjadi anak sholeh/sholehah  biasanya menjadi urutan pertama dalam rangkaian do`a dan korelasinya adalah ke akhirat.

قَالَ العَلّامَةُ السِّنْدِيُّ فِي "شَرْحُ سُنَنِ ابْنِ مَاجَه": (بِاسْتِغْفَارِ وَلَدِكَ) أَيْ فَيَنْبَغِي لِلْوَلَدِ أَنْ يَسْتَغْفِر لِلْوَالِدَيْنِ. انْتَهَى كَلَامُهُ رَحِمَهُ الله. اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ، رَبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا 

Setiap orang beriman tentu ingin bahagia dunia-akhirat, dan hendaknya akhirat menjadi prioritas utama. Rasanya tidak akan bermanfaat kesuksesan dunia yang diperoleh tanpa diiringi kesholehan. Harta yang banyak, otak yang encer, wajah yang rupawan serta fisik yang sehat tak ada artinya bila hati dengki, sombong, pembohong, tidak punya sopan santun serta perilaku negatif lainnya melekat didiri. Di kehidupan dunia dibenci dan dicaci, di akhirat pun tak luput dari perhitungan-Nya.

Sholeh/sholehah sudah menjadi kunci awal untuk mendapatkan kebahagiaan dunia dan akhirat. Pribadi  sholeh/sholehah adalah pribadi menyenangkan yang senantiasa dapat menyeimbangkan antara dunia dan akhiratnya. Orientasinya adalah akhirat dan dunia adalah sarananya untuk mencapai kebahagiaan yang hakiki tersebut.
Setiap kita tentu ingin menjadi pribadi yang sholeh/sholehah dan itu  juga harapan yang selalu kita gantungkan  kepada keturunan kita dalam do`a-do`a yang kita panjatkan . Tapi tentu saja tidak mudah untuk mendapatkannya, perlu ketabahan, kesungguhan dan kekuatan tekad yang perlu dijaga.

Saya tidak tau pasti apa yang dikatakan orang non muslim terutama atheis bila mendapat kabar kelahiran seorang bayi. Mungkin ucapan `Semoga sukses` yang tentu saja orientasinya dunia.



                                               

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Monggo menawi ngersaaken komentar